Tidak ada alarm yang berbunyi, tidak ada suara burung yang terlalu ramai. Hanya cahaya tipis yang menyusup pelan melalui celah tirai kamar, menyentuh lantai, lalu merayap naik ke ranjang tempat Rose terbaring.Matanya sudah terbuka sejak lama.Ia tidak tahu pasti sejak jam berapa ia terjaga. Yang jelas, semalaman tidurnya tidak pernah benar-benar nyenyak. Setiap kali ia memejamkan mata, pikirannya langsung berlari ke satu hal yang sama. Dan setiap kali itu pula, dadanya terasa sesak oleh perasaan yang campur aduk—takut, berharap, gugup, dan sedikit bahagia yang belum berani ia akui.Rose menghela napas pelan, lalu menoleh ke samping. Arthur masih terlelap, tidurnya begitu nyenyak seolah dunia di sekitarnya benar-benar aman. Wajah pria itu tampak damai, alisnya yang tebal tidak berkerut, rahangnya yang tegas rileks. Rambutnya sedikit berantakan, menambah kesan santai yang justru membuatnya terlihat semakin… menggoda.Rose tersenyum kecil.Entah kenapa, melihat Arthur tidur seperti ini
Last Updated : 2026-01-31 Read more