Malam itu, suasana di rumah Arthur terasa hangat dan tenang. Lampu-lampu taman mulai menyala satu per satu, memantulkan cahaya keemasan ke arah jendela besar ruang makan. Di dalam rumah, aroma sup daging dan tumisan sayur dari dapur masih tercium lembut.Bel rumah berbunyi.Bi Arum yang sedang merapikan meja makan segera berjalan menuju pintu depan. Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar masuk ke dalam rumah.“Tuan, Mas Agam datang,” ucap Bi Arum dari arah ruang depan.Arthur yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga bersama Rose langsung menoleh. Rose yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Arthur juga ikut menegakkan tubuhnya.“Masuk saja, Bi,” sahut Arthur.Tak lama, Agam muncul dengan dua paper bag besar di tangannya. Wajahnya terlihat sedikit lelah, tapi tetap tersenyum hormat.“Selamat malam, Tuan. Nona Rose,” ucap Agam.“Selamat malam, Gam,” jawab Arthur sambil berdiri. “Kamu sudah sampai dari Surabaya?”“Baru sore tadi, Tuan. Ini semua pesanan Tuan,” ucap Agam
Last Updated : 2026-02-15 Read more