Happy Reading*****Jika Wisnu cuma mengeluarkan kalimat untuk memperingatkan si sulung. Maka, Melati langsung bertindak dengan memukul lengan Harjuna cukup keras. "Aduh," keluh si sulung sambil mengelus lengannya yang dipukul sang mama. "Kenapa Kakak dipukul, sih, Ma?" Melati mendelik. "Kamu bener-bener, ya, Kak," ucapnya sambil berkacak pinggang. "Bukannya mendukung antusias Elang untuk mengurus semua keperluan pernikahannya dengan Adek, kamu malah memprovokasinya. Kalau mereka beneran berdebat gara-gara kamu gimana?" "Seru, Ma. Kalau mereka sampai berdebat," sahut Harjuna sambil cengar-cengir."Kak, bahagia banget, sih," kata Ardha kesal. "Om Juna tega banget, buat Mami sedih," tambah si kecil dengan mulut penuh makanan. Harjuna mengucap kepala si kecil penuh kasih sayang. "Om itu cuma godain mamimu aja, Cantik. Nggak benar-benar pengen orang tuamu berdebat atau membuat mamimu sedih," jelasnya. "Tapi, perkataanmu tadi bisa memperkeruh suasana yang tadinya romantis, Kak," sahu
Read more