Share

166. Restu

Author: pramudining
last update publish date: 2026-01-27 10:49:39

Happy Reading

*****

"Sayang, jangan gitu, dong. Kok kamu malah lari?" tanya Elang dengan wajah yang sengaja dibuat sedih.

Ardha terpaksa berbalik dan menarik garis bibirnya. "Salah Mas sendiri. Kenapa malah tanya aku kapan siapa nikah. Mas sendiri kapan siap nikahin aku? Aneh. Mas akan menjadi kepala rumah tangga di biduk rumah yang akan kita bangun nantinya. Segala keputusan ada di tangan Mas Awan sendiri, aku cuma ngikut aja sebagai makmum," jawabnya.

"Kalau Mas maunya besok. Apa adek manut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Suami Majikanku   190. Dua Jagoan

    Happy Reading*****Hari-hari yang dijalani Ardha setelah dinyatakan hamil, makin membahagiakan. Perempuan itu hidup bak ratu. Semua serba dilayani dan bahkan sangat dimanja oleh sang suami. Bukan cuma suaminya, tetapi seluruh keluarga memanjakan perempuan tersebut apalagi sejak mengetahui jika janin yang dikandungnya kembar. Sikap protektif dan posesif makin kuat dalam diri Elang. Jika memungkinkan, Ardha harus tetap berada di kasur tanpa melakukan aktifitas apa pun.Kalimat protes yang dilontarkan Ardha, cuma dianggap angin lalu. Si kecil pun malah ikut-ikutan protektif. Selalu cerewet jika sang mami ingin melakukan pekerjaan yang sedikit berat ataupun menguras tenaga, misalnya berkebun. Kini, kehamilan Ardha sudah mencapai 36 Minggu. Perkiraan lahiran pun tinggal beberapa hari lagi. Semua persiapan sudah rampung bahkan kamar si kembar juga sudah selesai. Sekarang, seluruh keluarga sedang berkumpul di gazebo halaman belakang rumah kedua orang tua Ardha. Tak lupa, Melati juga me

  • Menggoda Suami Majikanku   189. Garis Dua

    Happy Reading*****Hari-hari yang dijalani Ardha dan Elang cukup menggembirakan. Keduanya hidup bahagia bersama putri kecil mereka, Zanitha hingga tepat sebulan setelah pernikahan, pasangan tersebut mendapat kejutan yang telah ditunggu-tunggu.Semua bermula ketika perempuan itu sering merasa kelelahan dan mual di pagi hari. Oleh karena, Elang tak tahan dan curiga dengan keadaan sang istri. Lelaki itupun menghubungi mama mertuanya untuk memastikan sesuatu."Kamu beli beberapa test pack dengan merk berbeda di apotek. Setelah itu, suruh Ardha tes urine dengan semua alat yang sudah kamu beli. Bentar lagi, Mama akan ke rumah kalian," tulis Melati membalas chat menantunya.Sejak Ardha resmi menikah dengan Elang. Melati dan Wisnu pindah rumah. Walau jaraknya cuma beberapa ratus meter dari kediaman utama Elang, tetapi karena kesibukan sang pengusaha muda, perempuan paruh baya tersebut jarang sekali bertemu. Setiap hari, hanya Ardha yang ditemui di rumahnya karena perempuan itu sudah memutusk

  • Menggoda Suami Majikanku   188. Dedek Bayi

    Happy Reading*****Cepat, Ardha mendorong tubuh sang suami. Membenarkan pakaiannya serta rambutnya yang berantakan. Lalu, menatap sekeliling. Sama seperti yang dilakukan sang istri, Elang juga mulai merapikan diri dan menatap sekeliling. "Kamu di mana? Nggak da seorang pun di vila ini. Nggak usah mengada-ada, deh, kalau ngomong," ucap Elang pada sang penelpon. "Aku sudah balik villa. Rencananya, ingin menghabiskan malam bersama kalian berdua sebelum kita balik. Tapi, kayaknya kalian terlalu asyik sendiri. Nggak lucu kalau sampai Mas Yandra minta hal sama seperti yang kalian lakukan," ucap Thalia disertai tawa. Terdengar juga suara Yandra terkikik mendengar perkataan sang kekasih."Apaan sih, Yang. Kok, jadi aku kambing hitamnya?" kata sang pengacara yang mampu ditangkap oleh indera Elang."Kalian berdua ini benar-benar mengganggu. Kalau sudah balik villa ngapain nelpon? Ganggu kesenangan orang aja," sahut Elang sedikit keras. "Gara-gara kalian adonan anakku, jadi berantakan.""Lan

  • Menggoda Suami Majikanku   187. Ekplorasi Kemesraan

    Happy Reading*****Elang kembali mengecup singkat, bibir sang istri. Sengaja pamer kemesraan di depan pasangan yang belum resmi tersebut. "Mas, apaan, sih," ucap Ardha lirih. "Suamimu emang norak, Ar. Kekanakan banget ngelakuin itu di hadapan kami berdua," ucap lelaki yang berdiri di hadapan Elang."Salah sendiri nyusul kami ke sini. Sudah tahu aku sama istri lagi bulan madu, malah ganggu," cibir Elang. "Kalau mau mesra-mesraan kayak kami, ya, nikah sana.""Hei," ucap perempuan yang tak lain adalah asisten Elang, Thalia. "Aku ke sini bukan karena Mas Yandra ada kerjaan. Bukan mau ngerecoki acara bulan madu kalian.""Benarkah?" tanya Elang tak percaya. Thalia mencebik, bola matanya memutar malas. "Tanya aja sama orangnya. Aku bukan pembohong, ya.""Ini juga yang mau aku bicarakan sama kamu, Lang. Aku mau nitip dia sebentar. Kalau Thalia ikut aku kerja, dia pasti bosan. Makanya, mumpung kalian bulan madu, sekalian aja ajak dia. Kalian nggak mungkin terus-terusan gituan siang-malam,

  • Menggoda Suami Majikanku   186. Gaya Baru

    Happy Reading*****Takut jika sang suami akan menceritakan pengalaman pertama mereka ketika bulan madu, dulu. Melati mencubit paha suaminya, secara otomatis Wisnu melepaskan tangannya yang menutupi mulut perempuan paruh baya tersebut. "Nggak usah dengerin omongan ayahmu. Sana balik kamar kalau masih ingin berduaan," suruh Melati pada putri dan menantunya. "Boleh, ya, Ma?" tanya Elang yang langsung diangguki oleh Melati. "Nitip Za, ya, Ma, Yah," tambahnya. "Sana pergi," usir Wisnu sambil mengibaskan tangan kanannya. "Mas Awan malu-maluin aja. Nggak sungkan sama sekali," kata Ardha lirih. Jika boleh jujur, perempuan itu ingin menghilang saat ini juga. Sang suami terlalu berterus terang jika dirinya sangat ingin berduaan. "Malu-maluin gimana, sih, Dek. Mas, cuma tanya. Apakah benar diijinkan balik kamar dan nitip kesayangan kita sama mereka? Salahnya, di mana?" Bolo mata Elang berputar, alisnya juga naik turun dengan wajah cengengesan tanpa rasa sungkan sama sekali. "Halah kalian

  • Menggoda Suami Majikanku   185. Parah

    Happy Reading*****Tawa pun menggema di seluruh kamar tersebut, hanya karena perkataan absurd Harjuna. Semua jadi berbuntut panjang. Zanitha bukan tipe anak kecil yang mudah puas setelah dijelaskan. Apalagi, penjelasan yang dikarang Elang tadi, tidak cukup lugas dan masuk logika anak seumuran Zanitha. "Kok, Papi sama yang lain tertawa, sih?" Bibir si kecil maju. Sepertinya, Zanitha kecewa karena para orang dewasa sengaja menertawakan perkataannya tadi. "Gimana kami nggak tertawa, Sayang," ucap Elang. Mengangkat tubuh putri kecilnya yang cantik ke pangkuan. "Istilah drakula yang dimaksud itu nggak nyata cuma kiasan saja alias perumpamaan.""Papi tadi nggak ngomong gitu. Ya, Za takut kalau mami berubah jadi drakula beneran." Zanitha menangkupkan kedua tangannya di pipi sang papi. Lalu, sedikit memiringkan kepalanya ke leher Elang yang terdapat tanda merah seperti bekas gigitan. "Sakit, nggak, Pi?" tanya si kecil sambil menyentuh kulit leher Elang yang kemerahan.Elang cuma bisa mena

  • Menggoda Suami Majikanku   177. Hilang

    Happy Reading ***** "Sayang, kamu di mana?" panggil Elang yang tak melihat siapa pun di ruangan tersebut, padahal dia sudah sangat ingin berjumpa dengan perempuan yang baru beberapa menit lalu sah menjadi istrinya. Sunyi, tak ada seorang pun di ruangan tersebut padahal jelas-jelas Elang menyiap

  • Menggoda Suami Majikanku   176. Sah

    Happy Reading*****"Apa, Dek?" sahut Harjuna lembut supaya emosi si adik tidak meningkat. Menatap tajam pada saudara kandung satu-satu yang dia punya. "Kakak ini. kenapa Adek selalu merasa Kak Juna nggak suka sama Mas Awan. Perkataannya selalu memojokkan."Elang cuma bisa tersenyum ketika Ardha m

  • Menggoda Suami Majikanku   175. Tidur bareng

    Happy Reading *****Siapa pun yang mendengar perkataan Ardha tadi, pasti akan tertawa. Demikian juga dengan seluruh anggota keluarga dan juga Danu. Semua orang menertawakan si bungsu."Hmm. Kalian ini, nggak ada yang percaya sama aku. Lihat saja beberapa berita yang viral sekarang. Sudah nggak jam

  • Menggoda Suami Majikanku   173. Perjanjian

    Happy Reading****Harjuna dan Wisnu saling pandang. Melati bahkan menatap aneh pasangan yang akan segera meresmikan hubungan mereka. "Kalian berdua ini ngomong apa, sih?" tanya Harjuna, sepertinya juga mewakili isi hati Wisnu dan Melati."Ayah nyuruh aku pulang cepet pasti karena Za, kan?" tanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status