Pagi itu… terasa berbeda. Bukan karena suasananya berubah. Bukan karena ada kejadian besar sejak awal. Tapi karena ada sesuatu yang… sudah sampai pada titiknya. Ravika bangun seperti biasa. Duduk di tepi kasur. Menatap jendela. Cahaya pagi masuk perlahan. Hangat. Tenang. Tapi hari ini— ada perasaan yang tidak biasa. Bukan gelisah. Bukan juga takut. Lebih ke… siap. “Kayaknya hari ini bakal ada sesuatu,” gumamnya pelan. Ia tidak tahu apa. Tapi ia bisa merasakannya. Ravika berdiri. Bersiap seperti biasa. Langkahnya santai. Saat keluar kamar, lorong sudah mulai hidup. Suara aktivitas pagi. Obrolan kecil. Langkah kaki. Ia berjalan ke dapur. Seperti biasa— kopi sudah ada. Ravika tersenyum kecil. Mengambil dua gelas. Menuang dengan tenang. Tidak ada ekspektasi. Tidak ada pikiran berlebihan. Ia hanya… menjalani. Saat ia berjalan ke teras— Arven sudah duduk di sana. Seperti biasa. Tapi kali ini— tatapannya berbeda. Lebih dalam. Lebih serius. “Pagi,” ka
閱讀更多