Begitu Rafael memasuki ruang kerjanya yang luas, aroma kopi segar langsung menyambut. Nadine, sekretaris pribadinya, sudah berdiri di dekat meja dengan setumpuk dokumen di tangan. Rambutnya yang disanggul rapi dan jas kerjanya yang presisi menandakan hari ini tidak akan santai.“Selamat pagi, Pak Rafael,” ucap Nadine cepat. “Saya sudah menyortir dokumen yang perlu Bapak tanda tangani. Ada beberapa kontrak yang tenggatnya hari ini, dan—” ia melirik arlojinya, “—rapat direksi dimulai lima menit lagi.”Rafael menghela napas tipis, lalu meletakkan tongkatnya di sisi meja sebelum duduk di kursi kulit besar itu. “Lima menit? Nadine, bahkan kopi saya belum sempat saya minum.”Nadine tersenyum tipis, setengah meminta maaf. “Saya sudah menyiapkannya, Pak. Tapi… ini memang hari yang padat. Setelah rapat, Bapak juga dijadwalkan menerima tamu dari Elmore.”Rafael menatap tumpukan dokumen di depannya. “Baiklah, berikan yang paling mendesak dulu.”Nadine menyerahkan berkas pertama, lalu dengan cepa
Last Updated : 2025-11-09 Read more