Beberapa menit kemudian, meja dapur sudah dipenuhi bahan tepung, gula, telur, mentega, bubuk vanila, dan potongan cokelat. Rafael menggulung lengan bajunya, sementara Aurora mengikat rambutnya dengan karet sederhana.“Pertama,” kata Rafael, “kita campur mentega dan gula.”Aurora mengambil mangkuk besar. “Aku yang pegang mangkuk, kau yang mengaduk?”“Tidak,” Rafael menggeleng, lalu tersenyum penuh tantangan. “Aku mengaduk, kau yang menahan mangkuk. Tapi hati-hati, ini butuh tenaga.”Aurora memutar bola mata, tapi ia patuh. Rafael mulai mengaduk mentega lembut dan gula pasir dengan spatula kayu. Suara adukan memenuhi dapur, diselingi percikan gula yang kadang terbang keluar mangkuk, membuat Aurora terkikik.“Kau tahu,” katanya sambil menahan mangkuk, “ini seperti adegan di film, di mana pasangan membuat kue lalu—”“—mereka berantakan karena tepungnya beterbangan ke mana-mana?” potong Rafael cepat, matanya melirik nakal.Aurora tertawa. “Jangan bilang kau berniat melempar tepung ke arahk
Last Updated : 2025-11-13 Read more