Meira melangkah masuk ke rumah Angel dengan hati-hati. Lututnya masih terasa perih meski sudah dibalut perban, setiap gerakan mengingatkannya pada jatuhnya motor tadi sore. Angin sore yang hangat menempel di rambutnya, tapi ia tetap menahan diri, mencoba terlihat tenang.Di ruang tengah, Angel, Dio yang ketiduran di pangkuan Chris, dan Chris sendiri sedang menonton televisi. Tawa ringan dari sitkom mendadak terhenti begitu mereka melihat Meira melangkah masuk. Semua mata tertuju padanya, meneliti dari atas ke bawah.“Heh, elo kenapa, Ra?!” suara Angel terdengar setengah panik, setengah heran.Meira menghela napas panjang. “Jatoh gue dari motor,” jawabnya singkat, berusaha terdengar santai. Namun di dalam hati, kepanikan dan rasa bersalah berputar. Ia baru menyadari bahwa motor yang dilempar ke derek tadi bukan miliknya—melainkan motor Chris. Sial, pikirnya. Kalau itu motor gue sendiri, gue pasti gak peduli. Tapi ini?“Aduh, Chris… sorry ya, motor lo jadi di derek tadi…” ucap Meira, su
Terakhir Diperbarui : 2025-08-15 Baca selengkapnya