Kamar hotel itu dipenuhi aroma parfum mahal dan sisa wangi wine merah yang menguap dari gelas di meja. Tirai setengah terbuka, membiarkan cahaya kota menembus masuk, memantul di seprai putih yang kini berantakan.Octavian duduk di tepi ranjang, setengah membungkuk, jemarinya bermain di ujung rokok elektrik yang belum dinyalakan. Wajahnya murung, matanya kosong menatap lantai.Di belakangnya, seorang wanita dengan rambut sebahu dan tubuh ramping melingkarkan tangan di lehernya, menciumi kulitnya dengan bibir basah. Namanya Valerie Santoso — wanita yang dulu, saat Octavian masih bersama Meira, menjadi kekasih gelapnya. Kini Valerie masih berstatus istri orang, namun itu tak menghalangi permainan mereka.“Sudahlah, sayang…” bisik Valerie dengan suara manja, jarinya mengusap dada Octavian. “Tidak apa-apa… Kalau kau mau, aku pun akan bercerai dengan suamiku… demi kamu.”Kalimat itu seharusnya membuatnya tersanjung, tapi justru terasa hambar.Octavian berbalik, menciumnya dengan brutal, seo
Terakhir Diperbarui : 2025-08-15 Baca selengkapnya