Hari ini adalah hari yang Meira nantikan sekaligus ia takutkan. Sidang pertama perceraiannya dengan Octavian. Sejak subuh tadi, ia sudah terjaga, berulang kali menatap wajahnya di depan cermin.Setelah selesai berdandan rapi, ia mengenakan blazer hitam sederhana dipadu dress krem selutut. Wajahnya dipulas tipis dengan make up natural, seolah ingin menegaskan bahwa ia hadir bukan untuk pamer, melainkan untuk menunjukkan keseriusan.Di ruang tamu, ibunya sudah menunggu. Wajah teduh perempuan itu menatap putrinya dengan doa yang tak henti-henti dipanjatkan dalam hati.“Berangkatlah dengan hati kuat, Nak. Ibu yakin, kebenaran akan memihakmu,” ucapnya lembut sambil menggenggam tangan Meira erat.Meira menahan haru, lalu menunduk mencium tangan sang ibu. “Doakan Meira, Bu. Semoga semua lancar.”“Selalu,” jawab ibunya sambil mengelus kepala Meira seperti dulu saat kecil.Dio, putranya, masih berada di Arnav bersama Angel dan Chris. Itu sedikit meringankan beban Meira, karena ia tak perlu men
Terakhir Diperbarui : 2025-08-26 Baca selengkapnya