Nadira memberanikan diri untuk mengikuti intuisinya. Dia sudah memikirkannya matang-matang hampir sebulan ini. Hari ini juga, dia akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Aryan.Sekalipun Aryan sudah menangis sejadi-jadinya, bahkan bersujud di bawah kakinya agar dirinya batal meminta talak, nyatanya Nadira tetap pada pendiriannya. Dengan bantuan Paula dan dukungan dari keluarganya sendiri, Nadira mengambil keputusan terbesar ini untuk menyudahi penderitaannya.Memang sangat sakit, tetapi jika ini akhir yang harus dijalani, mau bagaimana lagi. Pernikahan yang ia pikir akan selamanya ... kandas karena lelah. Lelah sebab tak bisa lagi untuk terus menemukan alasan untuk mempertahankannya.“Nad, kamu siap?” tanya Paula yang berdiri di sampingnya.Tangan keduanya bertaut erat di depan gedung pengadilan agama. Tempat yang tak pernah terlintas di benak Nadira bahwa dia datang hanya untuk mengajukan perceraian.“Aku siap, La. Tolong terus temani aku, ya,” ujar Nadira dengan suara lemah.
Read more