Istana Kekaisaran memasuki masa genting.Keputusan diumumkan dengan cepat, tanpa perdebatan terbuka. Atas nama kehendak langit, penanganan kondisi Kaisar Wang Rui resmi diserahkan kepada Kepala Kuil Fengyao. Para tabib istana diminta mundur, bukan karena mereka gagal, melainkan karena penyakit Kaisar kini disebut bukan lagi urusan tubuh, melainkan urusan takdir.Balai Pemurnian dipenuhi asap dupa. Mantra dilantunkan berulang-ulang, terlalu panjang dan terlalu ramai untuk sekadar doa. Ramuan yang diberikan kepada Wang Rui tidak pernah diuji oleh tabib, hanya disesuaikan dengan jam ritual dan hitungan hari baik. Tidak ada kepastian, hanya keyakinan yang dipaksakan sebagai jawaban.Di balik tirai, tubuh Kaisar semakin melemah. Napasnya tipis, wajahnya pucat dengan bayangan gelap di bawah mata. Setiap kali ramuan dipaksakan masuk ke bibirnya, tubuhnya bergetar pelan. Bukan tanda sembuh, melainkan tanda racun bekerja lebih dalam.Namun di luar, suara yang terdengar tetap menenangkan.“Pem
Read more