Dia pun memanggil dengan lembut, "Yunda ...."Yunda balas menatap Gavin, pipinya sedikit memerah. "Kenapa kamu menatapku begitu?"Gavin yang merasa agak malu pun menarik kembali pandangannya. Dia berjalan ke sisi Yunda dan bertanya dengan suara rendah, "Kenapa Ryan nggak ada di sini bersamamu?"Senyum Yunda makin lebar, menunjukkan ekspresi gembira seperti gadis yang sedang kasmaran. "Ryan akan segera kembali. Apa ada yang kamu butuhkan darinya?"Gavin pun mengernyit mendengar ini, ketidakpuasannya terhadap Ryan makin menjadi-jadi. "Ke mana dia pergi? Kamu dalam keadaan seperti ini, tapi dia nggak selalu menemanimu?"Yunda mengatupkan bibirnya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Ryan sibuk bekerja dan aku sedang nggak enak badan, jadi aku nggak butuh terus dia temani. Lagi pula, dia akan segera kembali."Sorot tatapan Gavin makin menggelap. Dia memaksakan senyum dan berkata dengan nada datar, "Benarkah?"Dada Gavin terasa sakit, tetapi tetap memaksakan senyum. "Ngomong-ngomong, aku belu
اقرأ المزيد