Jarinya mati rasa saat menekan layar ponsel, satu per satu nomor dimasukkan ke daftar blokir. Setelah menolak satu panggilan masuk lagi, dia menelepon Bu Tia.Susan tahu, pada jam segini biasanya orang yang tidur siang sudah bangun.Biasanya, setiap kali dia menelepon Bu Tia, telepon akan dengan cepat diangkat. Tetapi kali ini, Susan menunggu sampai telepon hampir terputus, barulah Bu Tia mengangkatnya.Suara Bu Tia tetap senantiasa lembut seperti biasa. "Susan, ada apa?"Susan berkata, "Bu Tia, aku di depan gerbang sekolah, gerbangnya ditutup, aku nggak bisa masuk."Sekolah menyediakan asrama untuk para guru. Biasanya saat siang hari Bu Tia beristirahat di asrama, malamnya baru pulang ke rumah.Setelah Bu Tia datang, dia membangunkan satpam dan meminta mereka membuka gerbang.Bu Tia mengernyit, wajahnya tampak agak serius. Dia dengan hati-hati menarik pergelangan tangan Susan, pelan-pelan membawanya ke sudut koridor, lalu bertanya pelan."Kakimu sampai dipasang gips begini, apa yang s
Read more