Share

Bab 310

Penulis: Kamari
Oleh karena itu, Yunda tetap tidak bisa menoleransi Susan sekalipun dia tidak memiliki perasaan romantis terhadap Ryan.

Ryan juga akan mengikuti keinginan Yunda dan menjauh dari Susan.

Dengan kata lain, imajinasi-imajinasi yang pernah Susan miliki tidaklah tepat.

Susan hanya bisa menghela napas saat mengingat kekacauan dari kehidupan sebelumnya.

Dia sudah pernah mati sekali, jadi dia harus menghargai kesempatan karena telah terlahir kembali dan tidak boleh terpaku pada masa lalu.

Susan pun mengambil gelas air dari meja samping tempat tidur dan menenggaknya sampai habis, lalu berbaring kembali di tempat tidur untuk beristirahat.

Beberapa hari berikutnya berlalu dengan tenang. Baik Ryan maupun Yunda tidak muncul atau mengganggu Susan lagi. Kehebohan di dunia maya juga mereda.

Adeline sangat sibuk, tetapi dia tetap menelepon Susan untuk mengatakan bahwa masalah satu per satu sedang diselesaikan. Adeline memberi tahu Susan agar tidak perlu merasa khawatir.

Opini publik di sekolah juga perl
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
tetty saragih
310 bab, sma gak siap, isinya cuma bahan pengulangan ingatan masa lalu,kapan majunya hidup susan,
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 396

    Sudahlah, Susan pasrah saja."Kalian lagi ngomongin apa?"Tepat pada saat itu, Daniel keluar dari apartemennya sambil membawa segepok uang kertas berwarna merah.Saat melihat Daniel, fokus Bibi Via langsung berpindah ke pemuda itu. Dia berjalan menghampiri Daniel dan berujar dengan kesal, "Kamu itu laki-laki. Kalaupun kamu nggak menyukai gadis itu, kamu nggak perlu bicara kasar-kasar. Kamu benar-benar nggak menghargainya padahal dia sudah sakit hati."Alarm tanda bahaya sontak berbunyi keras di kepala Susan.Insting Susan yang tajam mengatakan padanya bahwa apa yang akan dikatakan Bibi Via akan benar-benar mempermalukannya!Dia pun segera menyela, "Bibi Via!"Namun, Bibi Via terus berbicara dengan sangat murah hati, "Lihatlah, gadis ini terlalu terluka sampai membenturkan kepalanya ke tembok. Kamu nggak boleh seperti itu lagi. Kamu harus menghormatinya, perempuan itu sangat peduli dengan reputasinya ...."Susan hanya bisa bersandar di dinding dengan putus asa.Ucapan Bibi Via membuat e

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 395

    Susan merasa tidak perlu bertele-tele lagi."Maksudku, kamu masih berutang ...."Daniel tiba-tiba tampak seperti hendak melompat saking gelisahnya dan berkata dengan ekspresi tegas, "Jangan berpikir aku akan membalas budimu dengan tubuhku! Meskipun kamu membantuku dan membawaku ke rumah sakit, meskipun aku berutang budi padamu, tapi kamu nggak boleh mencuri KTP-ku dan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang nggak kuinginkan!"Susan benar-benar kebingungan. Mana dia tahu apa yang tidak ingin Daniel lakukan?Hei, Daniel anggap apa Susan ini! Susan hanya mengambil KTP pria itu untuk mendaftarkannya di rumah sakit!Tatapan Daniel menyapu wajah Susan berkali-kali sebelum akhirnya tiba-tiba berpaling dan dia berkata dengan nada kaku, "Kamu sangat cantik, tapi itu bukan alasan bagimu untuk bertindak gegabah. Aku nggak akan menyukaimu hanya karena kamu menyelamatkanku atau menyetujui omong kosong seperti ini."Haruskah Susan tertawa?Susan akhirnya memaksakan senyum dan berkata dengan nada

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 394

    Gerbang utama di lantai bawah apartemen sewaan itu adalah gerbang besi yang berkarat. Gerbang itu berderit keras begitu didorong, suaranya bergema dalam kegelapan.Susan berdiri di depan pintu dan mendongak. Dia melihat Daniel berdiri di koridor lantai dua.Daniel berganti pakaian mengenakan hoodie hitam. Tubuhnya tinggi dan ramping, bahunya bidang. Daniel membelakangi Susan dengan tangan setengah terangkat, mungkin sedang membuka pintu.Setelah mendengar suara itu, Daniel berbalik dan melirik Susan. Ekspresinya tampak acuh tak acuh, auranya terasa dingin dan sombong seolah-olah semua orang tidak berarti apa-apa baginya. Daniel ibarat remaja yang sedikit lebih dewasa, tetapi tetap kekanak-kanakan.Begitu menyadari bahwa itu adalah Susan, ekspresi Daniel langsung berubah masam. Dia bahkan menatap Susan dengan tajam sebelum segera berbalik dan memasukkan kunci untuk membuka pintu.Susan menutup pintu di belakangnya dan menyapa Daniel yang jauh di sana.Daniel membuka pintu, satu kakinya

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 393

    Susan menatap Daniel yang tampak marah itu, lalu akhirnya berujar menyimpulkan, "Daniel, benar-benar ada yang salah dengan otakmu."Mata Daniel pun terbelalak dengan tidak percaya. "Kamu bilang otakku bermasalah hanya karena aku menolakmu?"Susan kembali terdiam.Tunggu, memangnya dia bilang begitu?Daniel benar-benar marah. Dia mendorong dirinya kembali ke tempat tidur dan berbaring membelakangi Susan, lalu berkata dengan marah, "Pergi! Aku nggak mau melihatmu!"Susan juga ingin keluar, tetapi seluruh kamar rawat sunyi. Semua orang di situ menatap Susan setelah mendengar percakapannya dengan Daniel.Sorot tatapan mereka terlihat iba dan menghina.Iba karena perasaan Susan ditolak oleh Daniel, menghina karena Susan terkesan menjelek-jelekkan Daniel dengan mengatakan bahwa otak pria itu bermasalah setelah perasaannya ditolak.Susan berhenti mendadak saat hendak berjalan keluar.Dia merasa harus menjelaskan dirinya kepada semua orang. Kalau tidak, bagaimana nasib reputasinya?Susan berdi

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 392

    Susan memejamkan matanya dan berkata dengan lelah. "Bu, temanku sakit, jadi aku membawanya ke rumah sakit. Aku akan pulang nanti, jadi jangan khawatir. Aku tadi lagi sibuk, jadi nggak sempat mengecek ponselku."Wirda pun menghela napas lega, "Apa kondisi temanmu serius? Haruskah Ibu pergi menjenguknya besok?"Susan berkata, "Nggak perlu, Bu. Dia baik-baik saja dan seharusnya bisa pulang besok.""Oke, cepatlah pulang.""Oke, Ibu juga cepatlah tidur."Susan menutup telepon, lalu mengangkat tangannya untuk menekan bagian belakang lehernya dan menolehkan kepalanya.Dia menoleh dengan santai dan tiba-tiba bertemu pandang dengan sepasang mata yang marah.Jantung Susan sontak berdebar kencang dan tanpa sadar dia bertanya, "Kapan kamu bangun?"Daniel menatap Susan dengan marah, bibirnya terkatup dengan geram dan bahkan tampak gemetar. Ditambah dengan ekspresi marahnya, Daniel tampak seperti pria baik-baik yang ditindas dengan malang.Susan pun berkata dengan pasrah, "Serius? Aku sudah membawam

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 391

    Daniel Saka.Pria ini tidak hanya memiliki wajah yang tampan, tetapi juga nama yang terdengar sangat bagus.Susan memasukkan KTP itu ke dalam saku dan menatap pintu kamar rawat yang tertutup.Sayangnya, Daniel memiliki gaya bicara yang cukup kasar dan menyebalkan.Saat ini, Daniel sedang tidur di kamar rawatnya sambil diinfus.Para dokter dan perawat masih berada di dalam untuk memeriksa kondisinya.Pakaian dan penampilan Daniel tidak menunjukkan bahwa dia kaya. Sepertinya Daniel juga jarang keluar rumah. Terutama ketika Susan bertemu dengannya di lorong hari itu, dia memperhatikan bahwa ada kotak makanan dan kotak mi instan di dalam kantong sampah yang ditinggalkan Daniel di dekat pintu.Daniel tampak seperti seorang pemuda pengangguran.Tidak punya pekerjaan berarti tidak punya banyak uang.Jadi, Susan menempatkan Daniel di kamar rawat yang dihuni beberapa orang. Biaya medis dan rumah sakitnya tidak terlalu mahal. Susan berharap ketika Daniel sadar, pria itu akan mengganti semua biay

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status