Susan tidak berkata apa-apa lagi, menarik Bu Tia yang ingin berdebat meninggalkan kantor.Sepanjang jalan, Susan tetap diam, tapi Bu Tia penuh dengan seribu satu pertanyaan yang tidak bisa dimengerti."Susan, Susan! Kamu dengar aku nggak? Kamu dengar nggak?""Susan, aku benar-benar nggak tahu kamu pikir apa, Susan!"Bu Tia menatap punggung Susan di depan, alisnya mengerut dalam-dalam.Tangan Bu Tia ditarik oleh Susan, seluruh tubuhnya ikut terseret oleh Susan.Mata Bu Tia penuh kemarahan dan kebingungan.Sungguh aneh.Jelas-jelas Susan adalah murid, tubuhnya kurus, seragam yang longgar membuatnya tampak lebih rapuh, seakan-akan angin kencang kapan saja bisa menerbangkannya. Jelas-jelas dia adalah guru, usianya sekitar sepuluh tahun lebih tua dari Susan, tubuhnya lebih berisi, kerangka juga lebih besar.Susan bahkan berjalan dengan tongkat, tapi langkahnya sangat mantap.Namun Susan tetap menariknya, tidak bisa melepaskan tangan Susan.Susan berjalan di depan tanpa bersuara, tidak menol
Read more