Susan memejamkan matanya dan berkata dengan lelah. "Bu, temanku sakit, jadi aku membawanya ke rumah sakit. Aku akan pulang nanti, jadi jangan khawatir. Aku tadi lagi sibuk, jadi nggak sempat mengecek ponselku."Wirda pun menghela napas lega, "Apa kondisi temanmu serius? Haruskah Ibu pergi menjenguknya besok?"Susan berkata, "Nggak perlu, Bu. Dia baik-baik saja dan seharusnya bisa pulang besok.""Oke, cepatlah pulang.""Oke, Ibu juga cepatlah tidur."Susan menutup telepon, lalu mengangkat tangannya untuk menekan bagian belakang lehernya dan menolehkan kepalanya.Dia menoleh dengan santai dan tiba-tiba bertemu pandang dengan sepasang mata yang marah.Jantung Susan sontak berdebar kencang dan tanpa sadar dia bertanya, "Kapan kamu bangun?"Daniel menatap Susan dengan marah, bibirnya terkatup dengan geram dan bahkan tampak gemetar. Ditambah dengan ekspresi marahnya, Daniel tampak seperti pria baik-baik yang ditindas dengan malang.Susan pun berkata dengan pasrah, "Serius? Aku sudah membawam
اقرأ المزيد