Daniel melangkah mendekat dengan wajah muram, lalu berdiri di samping Vandi. Tanpa basa-basi, dia berujar dengan kasar, "Berdiri, aku mau duduk di sini."Susan terdiam."Tunggu dulu." Susan mencibir, "Daniel, apa kamu sudah gila?"Daniel mendongak, langsung menatap Susan dengan tatapan tajam. Wajahnya tampak makin masam, sementara suaranya makin tidak bersahabat, "Cepat berdiri."Vandi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu menoleh ragu pada Susan. "Apa aku harus berdiri?"Susan mengerucutkan bibirnya. "Abaikan saja dia."Vandi mengangguk dengan mantap. "Baiklah."Daniel benar-benar hampir meledak karena amarah.Dia tertawa dingin, lalu berkata, "Susan, jadi begini sikapmu padaku?"Susan mengabaikannya.Namun, kalimat Daniel berikutnya benar-benar mengejutkan semua orang, "Apa kamu sudah lupa kalau kamu baru saja menyatakan cinta padaku beberapa hari lalu? Kamu begitu cepat melupakannya, ya?"Seketika itu juga, Vandi dan Sherra tercengang.Susan pun ikut terkejut ketika mendengar u
اقرأ المزيد