Susan mendecakkan lidahnya pelan.Saat itu mereka berada di taman hiburan di sebuah kota dekat Kota Kavani. Karena sedang liburan sekolah, taman hiburan itu ramai dan matahari sangat terik. Antrean panjang terlihat di hampir setiap wahana. Mereka tidak ingin berdiri di bawah terik matahari terlalu lama, jadi setelah bermain di beberapa wahana, mereka berteduh di bawah paviliun untuk mendinginkan diri.Susan menyeka keringat di dahinya dengan tisu, pandangannya tertuju pada dua pria yang dikenalnya tidak jauh dari sana. Dia mengatupkan bibir dan berkata, "Kamu sudah pergi begitu lama, kenapa nggak segera membereskan kedua orang itu? Bukan hanya itu, kamu bahkan membiarkan mereka mengikuti kita."Cuaca sangat panas dan taman hiburan itu penuh sesak dengan orang. Tidak ada pendingin udara, sekujur tubuh Susan terasa lengket dan gerah. Susan tidak bisa menahan rasa jengkelnya, jadi nada bicaranya menjadi ketus.Tiba-tiba, ada embusan angin sejuk. Saat Susan memperhatikan, ternyata angin it
اقرأ المزيد