“Eh, Lo mau apa, Gar?” “Mau apa? Lo liat aja nanti!” Sagara tidak menjawab. Senyum miring yang persis seperti milik Damar saat sedang merencanakan sesuatu yang kejam terukir di wajahnya. Dengan gerakan perlahan namun pasti, ia merogoh saku balik jaket kulit hitamnya dan mengeluarkan sebuah pisau lipat berkilau. Klik! Mata pisau itu mencuat, memantulkan cahaya lampu merkuri parkiran tepat di depan wajahnya. Ia menyeringai. “Hei, hei! Urungkan niat lo, Gar!” seru Leon, kedua bola matanya mendelik panik. “Lo gak akan bunbun anak orang, ‘kan? Kesian, dia cewek, Gar!” “Lo mau apa? Mau sembelih Babi Pink ini?” timpal Jade, ia mulai merasa Sagara sudah kehilangan akal sehatnya. Sagara tetap acuh. Ia mendekati kap mobil merah muda yang mulus itu, ujung pisau lipatnya ia tempelkan di atas cat mengilap tersebut. “Gak, gue cuma mau buat lukisan,”, bisik Sagara
Last Updated : 2025-12-19 Read more