“Trisno bilang kalau aku ikut bicara, kemungkinan besar kamu bisa menerima dia kembali."Aku hanya menggelengkan kepala, sesaat kemudian ponsel yang aku pegang bergetar, Aran meneleponku.“Iya Nak, Ya Allah......di mana? Iya iya, Mamah pulang sekarang.”“Ada apa?”“Arla kecelakaan, aku harus pulang.”“Aku ikut."Aku langsung pergi menuju rumah sakit yang disebut Aran di telepon tadi, Deko mengikutiku dari belakang. Sampai di rumah sakit aku langsung menuju ruang IGD, Aran duduk menemani Arla yang terlihat pucat.“Mah,” panggil Arla lirih saat melihatku datang, aku pun langsung memeluknya.“Arla minta maaf Mah, Arla salah,” katanya sambil melepaskan pelukanku perlahan.“Bagian mana yang masih sakit Nak?”“Kaki Arla Mah, tadi nggak sesakit ini” katanya sambil menunjuk kakinya. Tidak ada luka tapi Arla merasa sakit.Aku menemui dokter yang menangani Arla dan menanyakan kondisi Arla saat ini sekaligus memberi tahu kalau Arla masih merasakan sakit di bagian kakinya. Aku takut ad
Last Updated : 2026-02-18 Read more