“Tari….Tari…...”Suara yang memanggil namaku sayup-sayup terdengar beberapa kali di telingaku, semakin lama semakin jelas dan ini berarti aku tidak sedang bermimpi. Aku mencoba membuka mataku, perlahan aku bisa melihat Bu Mangun sedang berdiri di pintu melihat ke arahku. Aku menjawab salamnya dengan lirih sambil berusaha bangun tapi tidak bisa, kepalaku rasanya berat sekali.“Pelan-pelan Tari, biar Ibu bantu,” kata Bu Mangun dengan kedua tangan yang membantuku bangun.“Terima kasih Bu,” kataku dengan posisi tubuh yang bersandar pada sofa.“Minum dan makanlah dulu Tari biar ada tenaga, perutmu kosong dari tadi pagi,” kata Bu Mangun memberiku segelas teh manis hangat, aku meminumnya beberapa teguk. Setelah itu dia memberiku semangkuk bubur ayam tapi aku tetap tidak bergeming.“Ayolah Nak, hari sudah sore, berikan tubuhmu haknya untuk makan! Cobalah beberapa suap saja mumpung masih hangat,” katanya dengan tangan yang siap menyuapiku. Aku pun menurutinya dengan membuka mulutku perla
Last Updated : 2025-12-28 Read more