Aku kembali memeriksa dokumen yang akan aku bawa satu per satu sebelum berangkat, hari ini aku akan mengajukan gugatan cerai. Aku lebih memilih datang langsung ke pengadilan agama untuk mengurus semuanya, aku merasa lebih puas mengurusinya langsung. Aku sengaja berangkat lebih pagi agar izin terlambatku tidak terlalu banyak.“Tari, aku mau bicara sebentar,” suara Mas Tris langsung menyambutku saat aku membuka pintu.“Kenapa nggak ketok pintu dulu sih Mas? Bikin kaget aja.”“Kamu sudah buka pintu duluan,” katanya membela diri, pagar memang aku biarkan terbuka setelah anak-anak berangkat tadi karena aku juga akan langsung berangkat. Motor Mas Tris tidak dibawa masuk ke halaman, dia memarkirnya di pinggir jalan depan rumah, pantas saja aku tidak mendengarnya datang.“Tapi maaf Mas aku harus berangkat kerja,” kataku sambil mengunci pintu.“Tari…tolong, batalkan rencana kamu untuk menggunggat cerai aku!”“Tolong jangan salahkan anak-anak, aku yang memaksa Aran untuk memberti tahu apa
Last Updated : 2026-01-19 Read more