Langit Jakarta berubah kelabu menjelang senja.Awan rendah menggantung seperti pertanda buruk—seolah kota itu sendiri menahan napas.Dan di balik layar-layar radar, peta digital, serta suara komunikasi yang saling bersahutan, operasi pengejaran dimulai.Di ruang krisis AGN Corp, layar raksasa terbagi menjadi dua:jalur bandara dan jalur laut.Argo berdiri di tengah ruangan, headset menempel di telinga, jarinya bergerak cepat di tablet.“Semua penerbangan malam ke luar negeri ditandai,” lapornya cepat.“Kita kunci jalur Asia Tenggara dulu. Nama Keinarra belum muncul di manifest, artinya—”“Dia belum terbang,” potong Reyhan.Suara Reyhan rendah. Tenang.Terlalu tenang untuk pria yang jantungnya seperti diremas tangan tak kasatmata.Argo mengangguk.“Berarti opsi kedua: laut.”Di layar, titik-titik merah muncul di sepanjang pesisir—pelabuhan kecil, dermaga ilegal, jalur kapal cepat.“Ini sindikat lintas negara,” lanjut Argo. “Mereka suka pakai kapal cepat non-manifest, pind
Last Updated : 2025-12-19 Read more