Semua orang melongo termasuk Eneng, dua preman ini terkapar di tanah, belum habis kekagetan semua orang, tiba – tiba Romeo yang di penuhi hawa amarah ini, tarik tangan satu preman ini krakkkk, sekali putar tangan itu patah.Belum cukup hanya itu, kakinya yang juga terlatih baik dan keras selama bertahun-tahun, menginjak paha si preman apes ini dan kembali terdengar tulang patah.Dan rekannya juga sama, tangan dan kaki patah, tapi saat akan mendekati si preman pertama yang masih pingsan, Eneng kontan memeluknya dan minta adiknya jangan lagi berlaku kejam.“Sudah Romeo jangan, nanti mereka mati dan kamu di tangkap polisi,” seru Eneng sambil menghiba dan tak mau lepaskan tubuh jangkung adiknya.Romeo pun otomatis tak bisa bergerak, hawa amarahnya yang sudah naik ke ubun-ubun kontan turun dan dia pun urungkan niatnya.Ke tiga preman apes ini lalu di bawa warga ramai-ramai, untuk di bawa menjauh dari sini. Semua takut, kalau-kalau remaja tanggung yang pendiam dan ganas ini akan membunuh k
อ่านเพิ่มเติม