“Sakit banget,” Luna masih meringis kesakitan dan kontraksi itu lebih cepat datang dari sebelumnya. Devan sangat sedih melihat kondisi istrinya. Seberat ini ternyata melahirkan. Devan bersumpah tidak akan pernah menyakiti istrinya.“Sabar, sayang,” ujarnya menenangkan, meski tak akan ada gunanya dan tidak akan mengurangi rasa sakit yang diderita oleh istrinya.Inem mengusap bagian belakang Luna seperti arahan perawat barusan, “sabar ya, Nyonya. Saya memang tidak tahu rasa sakit yang ada alami sekarang karena saya tidak pernah melahirkan. Tapi sedikit lagi, anda pasti bisa melewatinya,” ucap Inem. Wanita paruh baya itu matanya berkaca-kaca karena tak kuasa melihat majikannya kesakitan.“Ibuuuuu, apa Luna pernah nyakitin Ibu? Maafin Luna, Bu. Apa ini balasan dari Tuhan karena Luna pernah nakal sama, Ibu? Luna kangen Ibu, hiks hiks. Luna mau ibu di sini temenin Luna, hiks hiks.” Tangisan Luna menyayat hati membuat Devan ikut menangis. Kenapa istrinya tiba-tiba teringat mendiang Ibunya?
最終更新日 : 2025-11-18 続きを読む