“Dev, minumlah,” sang Aunty menyerahkan air mineral pada Devan, pria itu mengambilnya, namun, tak berniat menyentuhnya sedikitpun.“Luna pasti sembuh. Luna wanita hebat, dia tidak akan tega meninggalkan El dan Nia yang bahkan belum sempat minum ASI darinya.” Niatnya memberi semangat pada Devan, tapi kenyataannya wanita paruh baya itu berlinang air mata. Dia tak menyangka nasib Luna setrategis ini.“Bagaimana kalau dia beneran pergi?” tanya Devan. Air mata mengalir deras dari kedua sudut matanya. Sementara Ryan yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya. Belum pernah dia melihat laki-laki sehancur Devan. Sekarang sudah membuktikan kalau atasannya ini sangat mencintai istrinya. “Kita berdoa yang baik-baik saja, sayang. Aunty yakin Luna akan bertahan. Hiks hiks,” tangisnya pecah, tak bisa membayangkan dua bayi mungil yang masih merah itu akan kehilangan ibunya.“Sayaaaang, kumohon berjuanglah untuk sembuh. Jangan pernah tinggalkan kami,” Suaranya Devan serak menyayat hati. “Aku gak sa
Last Updated : 2025-11-20 Read more