“Kenapa ada Intan?”Maria mematung saat melihat Intan dan Bi Inem duduk di samping Nia dan El. Tubuhnya terasa kaku, seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya tanpa ampun. Matanya terpaku ke arah itu, pikirannya berputar cepat, mencoba mencerna apa yang sedang ia lihat. Jantungnya berdetak semakin kencang, bukan karena terkejut semata, tapi karena rasa tidak terima yang tiba-tiba muncul begitu saja.Berarti yang benar-benar disingkirkan dari rumah itu hanya dirinya? Sementara Intan hanya pura-pura diputus kontrak kerjanya? pikiran itu muncul begitu saja, menyulut rasa panas yang merambat dari dada hingga tengkuknya. Selama ini dia mengira semua berjalan sesuai dugaan, bahwa keputusan Luna dan Devan bersifat tegas dan adil. Nyatanya, yang terbuang hanya dia.Tatapan Maria beralih ke arah Luna. Ada dorongan kuat untuk bangkit, menghampiri wanita itu, dan menanyakan semuanya secara langsung. Tapi kakinya terasa berat. Ada rasa takut yang menahan, bercampur dengan gengsi dan amarah yang
Terakhir Diperbarui : 2025-12-15 Baca selengkapnya