Spontan, Cleo dan Devan sama-sama menarik diri. Seolah tersadar oleh kenyataan yang hampir saja mereka abaikan, Cleo melangkah mundur selangkah. Napasnya masih belum teratur, dadanya naik turun menahan sisa gelora yang tadi hampir menenggelamkannya.Devan pun terdiam, rahangnya mengeras, berusaha menata kembali perasaannya yang berantakan. Cleo memalingkan wajah sejenak, lalu menatap Devan dengan sorot mata yang lebih tenang, meski masih basah oleh emosi.“Cukup, kita nggak boleh makin jauh.”Devan menatapnya, ingin membantah, ingin menarik Cleo kembali ke dalam pelukannya. Namun dia memilih diam, memberi ruang pada keputusan Cleo.“Sebaiknya kamu pulang, dan temui Ramon besok.”Devan akhirnya mengangguk perlahan"Baik, makasih banyak, Cleo. Ini udah malam. Lebih baik kamu juga pulang secepatnya.""Iya, sebentar lagi aku pulang."Beberapa detik Devan belum melangkah, dan Cleo membiarkan. Mereka kini hanya saling menatap, menyimpan begitu banyak kata yang belum sempat terucap. Lalu Dev
Last Updated : 2026-01-08 Read more