LOGINWarning, area 17+ Cleo dihadapkan dengan kesulitan baru saat bertemu dengan Devan, bos baru, sekaligus laki-laki yang pernah menjadi bagian masa lalunya, yang terus mencoba mendekati. Namun, Cleo yang sudah memiliki suami selalu menghindar. Hingga suatu malam, Cleo yang sedang frustasi karena tuntutan untuk mendapatkan keturunan, sedangkan suaminya dinyatakan mandul, memanfaatkan situasi dengan menghabiskan satu malam bersama Devan agar bisa mengandung. Lantas, apakah upaya Cleo untuk mempertahankan rumah tangga dengan berpura-pura mengandung anak suaminya, padahal benih itu milik Devan, justru menjadi bumerang tersendiri baginya?
View MoreEnam bulan kemudian…Cleo menatap bayangannya di cermin besar kamar rias. Lampu-lampu putih di sekeliling kaca membuat wajahnya terlihat begitu jelas, tanpa celah untuk bersembunyi dari kenyataan bahwa hari ini, benar-benar terjadi.Gaun putih itu melekat sempurna di tubuhnya. Tidak berlebihan, tidak pula sederhana, tapi elegan. Seolah menggambarkan dirinya yang akhirnya berdamai dengan masa lalu, dan berani melangkah tanpa menoleh lagi.Make up artist yang sedari tadi sibuk merapikan detail terakhir di area mata, mundur selangkah.“Udah selesai, Bu Cleo. Cantik banget.”Cleo hanya tersenyum tipis. Bukan karena tidak senang, melainkan karena dadanya terlalu penuh. Tangannya perlahan terangkat menyentuh pipinya sendiri.Dia masih sulit percaya, wanita yang dulu merasa dirinya tidak pantas, yang selalu ingin kabur saat kebahagiaan datang, kini duduk di sini, dengan rambut tersanggul rapi, mata yang dihias anggun, dan cincin pernikahan yang sebentar lagi akan kembali melingkar di jarinya
Mama Devan menatap Cleo lekat-lekat, sorot matanya tajam, dan sinis. Ada jeda beberapa detik sebelum ia berbicara, seakan menimbang bobot setiap kata yang akan keluar.“Kalau kamu pergi, memangnya masalah ini selesai?”Cleo terdiam. Mama Devan melangkah lebih dekat.“Jawabannya nggak! Semua sudah terjadi. Anak itu ada. Perasaan kalian juga ada. Chelsea terluka, iya. Tapi lari bukan solusi.”Dia menghela napas panjang, nada suaranya sedikit melunak meski wibawanya tetap terasa kuat.“Lebih baik kalian meresmikan hubungan kalian.”Cleo dan Devan sama-sama terkejut.“Namun,” lanjut Mama Devan sambil menatap Devan penuh makna.“Bukan sekarang. Tunggu momen yang tepat. Setidaknya sampai keadaan Chelsea membaik. Kita punya hati nurani.”Devan mengangguk mantap. “Aku mengerti, Ma. Aku akan ikut keputusan Mama.”Cleo menunduk, air matanya akhirnya jatuh. Bukan karena sedih semata, tapi karena untuk pertama kalinya, ia tidak diminta untuk pergi, melainkan diterima. Meskipun Cleo tahu, hati Mam
Devan berhenti di samping Ramon. Dengan satu tangan, dia menyentuh pundak bocah itu. “Ini Ramon, anak aku. Cucu kandung Mama.”Mama Devan melangkah satu langkah ke depan, matanya masih menatap Ramon tanpa berkedip. Ada getar halus di kelopak matanya, campuran kaget, bingung, dan sesuatu yang sulit dia definisikan.Ramon menoleh ke Devan, lalu kembali menatap Mama Devan. Dengan senyum paling manis yang dia punya, Ramon berkata lagi, “Papa bilang suruh panggil Oma.”Cleo yang berdiri sedikit di belakang Devan menunduk. Jantungnya berdegup keras, tangannya saling menggenggam erat. Dia bisa merasakan udara di sekeliling mereka mendadak menegang.Mama Devan akhirnya mengalihkan pandangan pada Cleo. Tatapan itu tajam, penuh pertanyaan yang tak terucap. Lalu kembali pada Ramon. Perlahan, tangannya terangkat, ragu-ragu, sebelum akhirnya menyentuh pipi bocah itu dengan ujung jari yang bergetar.“Kamu Ramon? Cucu Oma …?”Suaranya pecah di akhir kalimat. Matanya berkaca-kaca, dan tanpa sadar, d
Keesokan harinya, Devan akhirnya memutuskan pulang ke Jakarta. Keputusan itu diambil setelah Cleo bersedia menemaninya pulang, bersama dengan Ramon.Chelsea yang mengalami kecelakaan, saat ini masih dirawat di rumah sakit. Devan tidak bisa mengelak apa pun permintaan Mamanya untuk pulang, dan menjenguk Chelsea.Bagaimanapun juga, mereka pernah menikah. Chelsea tetap bagian dari masa lalunya yang harus dia hadapi dengan kepala tegak. Namun, Devan meminta Cleo menemani. Meskipun, awalnya Cleo menolak, tapi Devan terus meyakinkan, dan bersikeras meminta untuk ikut, hingga akhirnya wanita itu pun menyerah mengikuti keinginan Devan.Karena bagi Devan, kepulangan ini bukan sekadar menjenguk orang sakit. Ada niat lain yang akan dia lakukan.Momen ini akan menjadi langkah awal untuk mengenalkan Ramon pada dunia yang selama ini terpisah darinya. Pada keluarganya. Pada masa lalu yang belum sepenuhnya selesai.Di dalam pesawat, Ramon duduk di dekat jendela, matanya berbinar menatap awan yang men
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews