Devan berhenti di samping Ramon. Dengan satu tangan, dia menyentuh pundak bocah itu. “Ini Ramon, anak aku. Cucu kandung Mama.”Mama Devan melangkah satu langkah ke depan, matanya masih menatap Ramon tanpa berkedip. Ada getar halus di kelopak matanya, campuran kaget, bingung, dan sesuatu yang sulit dia definisikan.Ramon menoleh ke Devan, lalu kembali menatap Mama Devan. Dengan senyum paling manis yang dia punya, Ramon berkata lagi, “Papa bilang suruh panggil Oma.”Cleo yang berdiri sedikit di belakang Devan menunduk. Jantungnya berdegup keras, tangannya saling menggenggam erat. Dia bisa merasakan udara di sekeliling mereka mendadak menegang.Mama Devan akhirnya mengalihkan pandangan pada Cleo. Tatapan itu tajam, penuh pertanyaan yang tak terucap. Lalu kembali pada Ramon. Perlahan, tangannya terangkat, ragu-ragu, sebelum akhirnya menyentuh pipi bocah itu dengan ujung jari yang bergetar.“Kamu Ramon? Cucu Oma …?”Suaranya pecah di akhir kalimat. Matanya berkaca-kaca, dan tanpa sadar, d
Last Updated : 2026-01-25 Read more