Briony kini ingin menangis. Namun, ia masih berusaha mempertahankan ekspresi. Saat Joseph mengecup pipinya, ia hampir terisak. Untungnya, pria itu kemudian bangkit dan masuk ke kamar mandi. Begitu terdengar bunyi pintu ditutup, Briony langsung duduk dan mengelap pipi. "Menjijikan sekali," ringisnya dengan air mata yang menitik. Sadar bahwa waktunya tidak banyak, ia pun merogoh saku. Sayangnya, ponselnya tidak ada di situ. "Apakah Joseph mengambil ponselku?" Briony berusaha mengingat-ingat. Karena hasilnya nihil, ia mencari cara lain. Saat itulah, ia tidak sengaja melihat sebuah ponsel tergeletak di atas meja. Dalam sekejap, matanya berubah cerah. Jalan keluar seolah terbentang di hadapannya. "Itu pasti ponsel Joseph," serunya dalam hati. Briony pun bergegas meraihnya. Wajahnya sempat meredup saat menemukan ponsel tersebut dalam keadaan terkunci. Namun, begitu melihat tombol pa
Last Updated : 2026-06-12 Read more