Pagi itu Nadine berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Ia mengenakan kemeja sederhana dan celana bahan hitam, rambutnya diikat rapi. Dan wajahnya, sumringah seperti biasanya. Seolah tidak ada apa-apa kejadian besar jika dilihat oleh orang awam.Begitu membuka pintu kamar dan melangkah ke lorong, Nadine berhenti mendadak.Beberapa langkah dari kamarnya, Yanto sudah berdiri sambil mengepel lantai lorong. Dan itu agak membuat Nadine terkejut.“Pagi, Mba Nadine.”“P-pagi, Bang,” balas perempuan itu.“Mau kerja ya, Mba?” tanya Yanto, basa-basi.Nadine kembali mengangguk. “Iya, Bang.”Kali ini Yanto tak memberikan balasan, ia hanya menyingkir sedikit agar Nadine bisa lewat di sebelahnya.Namun saat mereka berpapasan, Yanto mencium aroma wangi parfum Nadine yang menusuk indra penciumannya. Kepalanya mendadak dipenuhi bayangan-bayangan yang membuat darahnya berdesir panas.“Kamu wangi banget, Mba.”Nadine menoleh setengah, alisnya sedikit berkerut. “Hah? Kamu bilang apa, Bang?” tanya Nadin
Última actualización : 2026-02-08 Leer más