Aku mengernyitkan dahiku, kata-kata yang keluar dari mulut pria tua itu terdengar ambigu. Lantas apa yang akan dilakukan Alea, sehingga berhasil membuatku waspada?Tak berselang lama, Alea keluar dari kamar. Dia melihatku berdiri bersama Hengki. Alea mendekatiku, memelukku singkat.“Syukur kamu sudah sampai sini. Jangan lama-lama di luar, cepat masuk! Ada yang ingin aku ceritakan sama kamu!” pinta Alea.“Sebentar, siapa dia?” tunjuk Alea, ke arah Hengki.Aku menoleh ke arah Hengki.“Em … dia Hengki, cucunya Harmani, pria tua yang pernah aku ceritakan padamu,” jawabku.Alea mengangguk, memperkenalkan diri. Lanjut kami masuk ke dalam rumah. Anehnya, cepat-cepat Alea mengunci pintu, setelah sebelumnya ia melihat keadaan sekitar.“Ariana, ini ayahku, Gani! Aku sudah tidak tinggal di kontrakan itu lagi. Jadi aku memutuskan tinggal di sini, mengontrak berdua bersamanya!” seru Alea. Aku menyalami ayahnya Alea.“Jadi … kamu sudah tahu siapa Galang?” tanya Alea.Aku mengangguk pelan. Sedih ras
Terakhir Diperbarui : 2026-02-09 Baca selengkapnya