Lain hari, lain gebrakan. Siapa lagi kalau bukan Sagara. Saga baru saja menyelesaikan sebuah lagu. Seperti lagu-lagu ciptaan Saga yang lain, kali ini pun sama bagusnya. Musiknya digarap dengan sangat apik. Bahkan hanya dengan mendengar melodinya saja, kamu sudah bisa merasakan sendu yang pelan-pelan merambat. Lirik yang dipasangkan dengan nada-nada itu juga tak kalah indah. Tapi prinsip Saga adalah, kalau ada yang sulit, kenapa harus memiilih yang mudah. Dan siapa yang kena getahnya? Wendy tentu saja. Wendy sudah merekam vocal guide berkali-kali untuk lagu itu, tapi Saga belum puas juga. Suara Wendy sampai nyaris hilang. Tenggorokannya perih, lehernya pegal. Masalahnya, kemampuan komunikasi Sagara yang memang mendekati nol. Semua jadi makin sulit karena dia hanya bisa berkata: “Bagian ini kurang, ulangi!” “Kurang apa, Bang?” Wendy menahan kesal. “Kurang gimana?” “Ya kurang. Gue belum dapet feel nya.” Dimana sih tempat yang jualan ‘feel’? Biar Wendy beliin satu truk buat bo
Read more