Zetharion Valdris menatap tubuhnya sendiri.Lengan kanan yang tadi patah di siku sekarang sudah lurus kembali, disatukan kembali oleh lapisan armor hitam keunguan yang mengunci tulang di posisi yang benar dan menambalnya dari dalam. Luka-luka di wajahnya, memar di rahang, robek di pipi, semua sudah tertutup di bawah lapisan yang sama.Dari luar, tidak ada sisa dari pertempuran sebelumnya.Namun di dalam, ia tahu harganya.Kemampuan ini bukan sesuatu yang bisa dipertahankan tanpa batas. Setiap detik yang berlalu menguras sesuatu yang jauh lebih dalam dari energi biasa, sesuatu yang tidak bisa diisi ulang dalam waktu singkat. Ketika lapisan itu akhirnya melepaskan diri, yang tersisa di baliknya tidak akan lebih kuat dari tubuh yang sudah dikuras habis.Dia hanya punya beberapa menit.Tapi dia tahu, itu cukup untuk mengakhiri ini.Matanya yang merah gelap berputar ke Kael, dan apa yang keluar dari tatapan itu bukan sekadar niat bertarung. Ini sesuatu yang lebih mendasar dari itu, keingin
Read more