Thanzi, Roou, dan Hanzo yang merasakan tekanan itu langsung dipaksa untuk mundur beberapa langkah, sepatu mereka berdecit di atas bebatuan jalanan yang mulai retak. Valerice dan para pengikut gengsternya yang tadinya pongah, mendadak melesat mundur. Mereka adalah predator jalanan, namun saat ini, mereka tahu ada predator puncak yang baru saja turun dari langit. Wo Long berdiri tegak di tengah kepulan debu. Jubahnya yang bersulam simbol emas Kekaisaran Pedang berkibar pelan, namun matanya datar, dingin, dan kosong. Tak ada binar pengenalan di sana. Berkat teknik penyamaran tingkat tinggi yang dulu pernah diajarkan Wo Long sendiri kepada rekan-rekannya, kini dirinya tak mengenali sahabat-sahabatnya di balik topeng dan aura palsu mereka. "Kak Wo Long..." bisik Thanzi, suaranya bergetar hebat. Antara bahagia melihat orang yang telah di anggapnya sebagai keluarga yang hilang, dan ngeri melihat tatapan maut itu. "Wo Long..." gumam Roou dan Hanzo, hatinya mencelos. Sosok gagah di d
Read more