Ruangan itu masih panas oleh pertengkaran sebelumnya. Tidak ada yang beranjak, seolah semuanya menunggu letupan berikutnya. Raja Ayah duduk bersandar lemah, tapi matanya tetap terarah pada David, putra yang sebentar lagi harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya.David akhirnya menghela napas panjang. Ia menatap Dias lama sekali, seolah tengah mengukur luka yang tidak bisa diperbaiki hanya dengan kata-kata.Lalu ia bicara.“Aku mencintaimu, Dias.”Nada suaranya jujur, tanpa ragu. “Aku selalu mencintaimu. Dari awal sampai sekarang, perasaan itu nggak pernah hilang.”Dias berkedip cepat, seolah tidak percaya itu keluar dari mulut David.“Tapi,” David melanjutkan, suaranya menurun drastis, “sikap kamu berubah. Kamu menjauh. Kamu marah terus. Kamu nggak mau aku bantu, kamu nggak mau aku tanya. Bahkan hal-hal kecil pun kamu jadikan alasan untuk mengamuk. Dan sekarang, aku mulai ragu apakah kamu masih lihat aku sebagai suamimu.”Dias membuka mulut, tapi tak ada suara yang keluar.Ratu
Last Updated : 2025-12-11 Read more