Kondisi Raja Ayah semakin menurun. Tubuhnya makin lemah, matanya sering terpejam, dan sesekali ia kehilangan fokus saat diajak bicara. Tabib datang dua kali sehari, tapi tidak ada perubahan berarti.Yang mengejutkan, Ratu Ibu justru mulai menjauh.“Aku tidak sanggup melihatnya seperti itu,” katanya. “Dias saja yang merawat. Dia kan menantu kebanggaannya!”Mendengar ucapan ibunya, David terdiam. Ia ingin protes, tapi lelahnya sudah menumpuk. Ratu Ibu berlalu, sama sekali tidak menengok ke kamar suaminya.Dias berdiri di sisi ranjang Raja Ayah.“Kalau begitu, biar saya yang jaga Ayah, David,” katanya.Raja Ayah tersenyum, lega. “Terima kasih, Dias, aku tahu kamu memang anak baik.”Dias menunduk, ekspresi penuh bakti, tapi itu semua hanya di depan Raja Ayah.Begitu ia keluar kamar dan memastikan tidak ada David maupun Ratu Ibu di dekat lorong, napasnya langsung berat. Ia menepuk tangan dan memanggil para pelayan.“Kalian yang masak makanan beliau mulai hari ini. Jangan ada yang salah. Da
Last Updated : 2025-12-09 Read more