Sementara itu di jakarta, ruang bersalin malam itu dipenuhi dengan cahaya putih yang terang. Di luar, hujan rintik-rintik turun seolah ikut merasakan ketegangan suasana. Kayla terbaring di ranjang persalinan, wajahnya tampak pucat, napasnya terengah-engah, dan tangannya menggenggam erat tangan Bu Yuliana. Bu Yuliana berdiri di samping kepala Kayla, mengusap rambut menantunya dengan penuh kasih sayang. “Sayang, tarik napas pelan-pelan … buang perlahan, kamu harus kuat, Nak,” ucapnya dengan suara bergetar. Kayla berusaha tersenyum meskipun merasakan sakit. “Ibu sakit sekali …” katanya sambil terisak, air mata mengalir di pipinya. “Aku tahu, Nak … Ibu di sini, Ibu tidak akan meninggalkanmu.” Bu Yuliana mengecup kening Kayla, suaranya pecah. Para perawat terus mempersiapkan alat, sementara dokter mengamati monitor. “Kontraksinya semakin kuat. Kita sudah dekat, Bu. Mohon bantuannya untuk terus menenangkan pasien.” Bu Yuliana mengangguk cepat. “Iya, Dok …” “BU … sakit! Sakit, Bu
Terakhir Diperbarui : 2025-12-03 Baca selengkapnya