Di sisi lain, Zahra memasuki ruang rapat dengan map di tangannya. Ia berhenti sejenak ketika menyadari semua orang sudah duduk. Kayden duduk di kursi utama, dan Zahra merasakan tatapan itu bahkan sebelum ia menoleh. Saat matanya bertemu dengan Kayden, ia tahu—tatapan itu berbeda dari kemarin, lebih dalam, lebih tajam, dan lebih … melindungi. Kayden tidak mengucapkan apa pun, hanya mengangguk kecil. “Pagi,” ucap Zahra pelan. Kayden menjawab singkat, “Pagi.” Nada suaranya datar. Namun, tatapannya menyusuri wajah Zahra seolah memastikan gadis itu baik-baik saja. Zahra duduk di kursinya, dan rapat pun dimulai. Ia siap mencatat dengan cepat. “Baik, kita lanjutkan pembahasan kerja sama,” ujar salah satu CEO. “Tolong data halaman tujuh,” kata Kayden tanpa menoleh, dan Zahra langsung menyerahkannya. “Terlalu dekat,” gumam Kayden pelan saat seorang pria dari perusahaan lain mendekati Zahra. Zahra tidak mendengarnya, tetapi Kayden langsung berbicara lebih keras. “Pak Rudi, silakan b
Last Updated : 2026-01-11 Read more