Setelah beberapa jam berlalu, Kayla kembali membantu memilih souvenir dan menyusun daftar tamu. Reyhan dan Rani sibuk berdiskusi dengan vendor, sementara Arvino memperhatikan Kayla dari kejauhan. Akhirnya, Kayla menguap panjang sambil memegang punggungnya yang terasa berat. Arvino segera mendekat. “Kayla ... sudah, sayang, tolong istirahat sekarang juga.” “Sebentar lagi selesai,Vin ...” “Tidak ada sebentar,” tegas Arvino. “Kita ke kamar. Tidur.” Reyhan dan Rani berhenti berbicara dan langsung menoleh. “Kay, kamu kenapa?!” tanya Rani dengan panik. “Capek doang,” jawab Kayla cepat. “Capek doang? Lihat kamu gemeteran, wajahmu pucat, Kay.” Arvino menunjuk jari Kayla yang tampak sedikit bergetar. “Ini sudah kelewatan.” Reyhan langsung berdiri. “Arvino benar, Kay. Mulai sekarang aku larang kamu ikut sibuk,Kita bisa selesaikan semua sendiri.” “Benar,” tambah Rani. “Kay, lebih baik kamu fokus jaga kesehatan.” Kayla akhirnya menyerah. “Kalian lebay banget.” Arvino mengangkat alis.
Terakhir Diperbarui : 2025-11-27 Baca selengkapnya