Beberapa saat kemudian, dokter tersenyum kecil. Senyum yang membuat semua orang merasa tenang. “Istri Anda dalam keadaan baik, hanya kelelahan dan … ada satu hal lagi.” Arvino, Bu Yuliana, Rani, dan Reyhan semua berdiri tegak. “Ada apa, Dok?” tanya Arvino dengan cemas dan penasaran. Dokter menatap Arvino dengan serius. “Selamat, Tuan. Istri Anda sedang hamil.” Suasana menjadi hening, benar-benar hening, karena Arvino terdiam dan matanya melebar, napasnya terhenti. “Apa, Dok … hamil? Kayla … hamil?” tanya Arvino lagi. Dokter mengangguk. “Benar, Tuan Arvino. Usia kehamilannya sekitar enam minggu. Dia pingsan karena tekanan fisik dan emosional yang tinggi. Tapi janinnya sehat.” Bu Yuliana menutup wajahnya sambil menangis bahagia. “Ya Allah … Kayla, anak ibu, kamu hamil,” ucapnya dengan perasaan campur aduk. Rani memeluk Bu Yuliana dari samping, ikut terharu. Reyhan tersenyum lebar. “Wah, selamat ya … Vin! Kamu akan jadi bapak beneran nih!” Namun, Arvino hanya berd
Terakhir Diperbarui : 2025-11-19 Baca selengkapnya