Pagi menjelang siang di toko jahit milik Dina sudah mulai ramai. Tiga karyawan terlihat sibuk memotong kain, ada yang mengukur pola, dan ada juga yang mengemas pesanan yang sudah selesai. Di meja depan, Tatik sedang mencatat pesanan dari seorang pelanggan. Ia terlihat fokus, matanya bergerak cepat mengikuti setiap detail yang diucapkan pelanggan.Setelah pelanggan itu pergi, ia baru saja duduk kembali ketika sebuah mobil berhenti di depan toko. Suara rem yang mendesis dan pintu mobil yang terbuka menandakan kedatangan pelanggan. Tak lama kemudian, Iwan masuk ke dalam dengan langkah percaya diri.“Selamat pagi,” sapa Iwan dengan ramah. Suaranya yang hangat membuat Tatik sedikit tersenyum, walaupun ia tahu keluarga Iwan telah membuat Dina sakit hati, namun ia tidak menunjukkan sikap ramah.Tatik berdiri dan membalas, “Pagi, Pak Iwan.”Iwan tersenyum kecil, matanya menyusuri sekeliling toko yang terlihat cukup sibuk. Ia mengamati karyawan yang larut dalam pekerjaan mereka, seolah-olah ti
続きを読む