Sudah tiga hari berlalu sejak ditemukannya bungkusan mencurigakan di dekat pohon mawar. Sejak kejadian itu, Endang tidak bisa benar-benar tenang. Setiap pagi, setiap siang, bahkan kadang sore hari, ia selalu menanyakan hal yang sama kepada asisten rumah tangganya.Pagi itu, Endang keluar dari kamar sambil merapikan kerudungnya. Di dapur, Bik Iyem sedang memotong bawang.“Bibik…” panggil Endang.“Iya, Bu?” jawab Bik Iyem sambil menoleh.Endang mendekat sedikit.“Bibik, ada lihat benda aneh lagi di halaman?”Bik Iyem langsung menggeleng.“Tidak ada, Bu. Saya sudah cek tadi pagi.”Endang menghela napas, tapi wajahnya masih terlihat khawatir.“Sudah lihat ke dekat pohon mangga?”“Sudah, Bu. Bahkan saya keliling sampai ke pagar belakang juga.”Endang masih belum puas.“Di sudut-sudut taman?”“Sudah juga, Bu.”Endang akhirnya duduk di kursi dekat meja makan.“Bibik yakin tidak ada apa-apa lagi?”“Iya, Bu. Aman.”Endang mengangguk pelan, meski pikirannya masih penuh dengan kejadian beberapa
Última atualização : 2026-02-24 Ler mais