Danu duduk di sofa ruang tengah rumah orang tuanya, punggungnya terasa tegang seolah-olah setiap serat ototnya berkontraksi dalam ketegangan. Tangannya bertaut di atas paha, jemarinya saling mengunci dengan kuat, seolah takut terlepas dari pegangan yang memberinya sedikit rasa aman. Di hadapannya, kakeknya, Jafar, duduk tegak, memancarkan aura kewibawaan dengan tongkatnya yang terletak di sisi kursi. Di sebelah Jafar, neneknya, Ratna, memiliki wajah yang tenang, namun sorot matanya tajam, seolah mampu menembus jiwa Danu dan membaca segala keraguan yang menggelayuti pikirannya. Di sisi lain, Mila, tantenya, bersandar santai, tetapi jelas memperhatikan setiap gerak-gerik Danu dengan seksama, seolah ingin menangkap setiap nuansa emosional yang terpancar darinya. Endang, mamanya, duduk agak ke samping, pandangannya tak lepas dari wajah putra sulungnya, mencerminkan campuran antara kekhawatiran dan harapan.Danu pulang lebih cepat dari biasanya, terpaksa meninggalkan rutinitasnya yang bia
Terakhir Diperbarui : 2026-02-01 Baca selengkapnya