“Kamu masih mual sekarang?”“Sudah mendingan.”Namun melihat wajah Dinda yang pucat, Rizal tidak tenang.“Kita ke rumah sakit saja,” katanya tegas.Dinda langsung menggeleng.“Tidak usah, Mas… mas mau kerja, kan. Sore saja," kata Dinda.“Kamu muntah lagi, kan ?" “Sore saja kita periksa,” jawab Dinda lembut. “Aku tidak apa-apa, mas. Beneran."Rizal menghela napas, mencoba bersabar.“Din… aku khawatir.”Dinda menatap suaminya dengan lembut.“Kamu kan mau kerja, mas. Beneran, aku tidak apa-apa." Rizal terdiam beberapa detik.Namun, tiba-tiba Dinda bangkit dari duduknya dan berlari ke dalam kamar mandi. Dinda kembali memuntahkan sarapan pagi yang baru lima menit mendiami lambungnya.“Kita ke rumah sakit sekarang,” katanya Rizal.Dinda akhirnya menyerah.Tiba di rumah, Dokter UGD memeriksa Dinda dengan teliti.Setelah beberapa saat, dokter tersenyum sambil melihat hasil pemeriksaan.“Selamat ya.”Rizal dan Dinda saling menatap bingung.“Selamat?” ulang Rizal.Dokter mengangguk.“Istri An
続きを読む