Keenan mempertahankan posisinya di sisi Alea. Bahunya sedikit condong ke depan gerakan halus, namun cukup jelas sebagai pernyataan sikap. Tatapan Dava beralih padanya. diam sejenak. Lalu ia mengangguk tipis, seolah mengakui keberanian itu, bukan menghargainya. "Menarik," ucap Dava pelan. Alea melirik Keenan sekilas, lalu kembali menatap kakaknya. "Apa yang ingin kakak bicarakan?" Dava tidak langsung menjawab, Matanya menyapu aula sekali lagi, lampu kristal, tamu kehormatan, wajah wajah penuh senyum yang palsu. Baru setelah itu, ia kembali fokus pada Alea. "Bukan di sini," katanya. "Bukan di depan banyak telinga" Ia berbalik lebih dulu, langkahnya tenang dan pasti menuju pintu balkon. Keenan hendak menyusul, namun Alea menahan lengannya sejenak. "kamu di sini aja, aku tidak apa" ucapnya pelan. Keenan hanya mengangguk. Di kejauhan, Luna memperhatikan mereka dengan sorot mata yang sulit di artikan, sementara Nolan berhenti berbincang dan mengikuti arah pandang ya
Last Updated : 2026-01-27 Read more