"Nggak ada yang bakal mati," ucap Reyhan tegas. Belum sempat Alea merespons, pintu tiba tiba terbuka. Keenan muncul dalam keadaan terengah engah, seolah berlari sepanjang koridor. Begitu melihat Reyhan, ekspresinya menegang, lalu ia buru buru menghampiri Alea. "Alea, kamu nggak apa apa?" tanya Keenan cemas. "Nggak apa apa, kok. Kenapa emangnya?" "Kamu ngapain masih nemuin keluarga kamu?" Alea menghela napas pelan. "Kak Reyhan datang mau ketemu aku" "Iya, tapi buat apa?" Reyhan yang sudah mulai tenang langsung menatap Keenan tajam. "Gue kakaknya. Emang perlu alasan seorang kakak buat ketemu adiknya?" Keenan hendak membalas, tapi Alea cepat menahan lengannya. "Udah, Dia cuma mau ketemu aku. Aku juga kangen kakakku" Kata kata itu membuat Keenan terdiam. Tatapannya tertuju pada Alea, seolah berharap jawaban yang berbeda. Namun setelah beberapa detik, ia akhirnya berdiri. "Kalau gitu… aku keluar dulu, ya, Alea" Alea mengangguk. Namun Keenan tetap tak bergerak da
Last Updated : 2025-12-01 Read more