Liana duduk di ujung sofa, matanya terpaku pada layar ponselnya. Buliran air mata mulai menetes di pipinya. Suara Vina, anak semata wayangnya, yang bermain di ruang sebelah, hanya menambah kesepian yang melingkupi hatinya. “Mama, lihat aku! Aku sudah berhasil membuat istana lego yang besar!” seru Vina, berlari ke arah Liana dengan gembira. Liana tersenyum palsu, mencoba menyembunyikan ketidakbahagiaannya di balik senyuman. “Wah, bagus sekali, Nak! Mama bangga padamu,” jawabnya, berusaha memeluk erat-erat Vina. “Mama, kenapa mata mama basah? Apa mama sakit?” tanya Vina, wajahnya penuh kekhawatiran. Liana mengusap pelan pipi Vina, mencoba menenangkan hatinya sendiri. “Tidak, Nak, mama hanya sedikit lelah. Jangan khawatir, ya. Ayo, main lagi!” ucapnya, mencoba mengalihkan perhatian Vina dari keadaannya. Saat Vina kembali bermain, Liana
Last Updated : 2025-12-25 Read more